Minggu, 09 08 2020
  JMSI Riau Tuntaskan Penyusunan Pengurus Masa Bakti 2020-2025 | Perjuangan Riski Penyandang Disabilitas Tetap Semangat Jalani Hidup, Ini kisahnya | Dalam Rangka Cipkon Kapolsek Pangkalan Kuras Kunjungi Beberapa Pasum | Dispar Provinsi Riau Apresiasi dan Support Keberadaan ASERI | Hari ini Bertambah 1.882, Total Ada 118.753 Kasus Covid-19 di Indonesia | Mendikbud: Guru dan Siswa Boleh Minta Pulsa di Sekolah, 100 Persen Dana BOS Untuk Beli Kuota
 
Senin, 30/09/2019 - 22:47:04 WIB | Tis | Nasional
DEMO GEDUNG DPR RI
Aparat Tembakkan Gas Air Mata ke Posko Evakuasi Korban

Aparat Kepolisian menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa aksi yang berada di sekitar Kampus Atma Jaya. Padahal, kampus tersebut dijadikan sebagai titik posko evakuasi bagi korban luka-luka.
TERKAIT:
JAKARTA. RIAUMADANI. COM - Aparat kepolisian masih terus memukul mundur massa pengunjuk rasa dari depan gedung DPR hingga ke kawasan Semanggi, Jakarta Pusat.

Bahkan, aparat menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa aksi yang berada di sekitar Kampus Atma Jaya. Padahal, kampus tersebut dijadikan sebagai titik posko evakuasi bagi korban luka-luka.

"Massa aksi mengarah ke kampus, namun polisi menembakkan gas air mata ke kerumunan massa yang mengarah ke arah kampus," ujar mahasiswa Fakultas Hukum Atma Jaya, Natado, saat dihubungi Kompas.com, Senin (30/9/2019).

"Serta-merta tembakan itu mengarah ke kampus, yang seharusnya menjadi titik netral dan sudah ada posko evakuasi," kata Natado dikutip dari Kompas.

Menurut Natado tembakan gas air mata berlangsung sejak pukul 18.50 WIB.

Sementara, korban pingsan yang membutuhkan bantuan oksigen jumlahnya sudah mencapai lebih dari 50 orang.

Natado mengatakan, sebagian massa aksi mencari jalan pulang secara bersama-sama, namun tetap menjadi target tembakan gas air mata oleh polisi.

"Massa aksi yang bergerak mundur dari DPR dan mengarah ke Posko Evakuasi di ruas jalan samping Unika Atma Jaya, masih dikejar polisi dan menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa aksi yang sudah mengarah ke Kampus Unika Atma Jaya," kata Natado.

Tidak hanya itu, sekitar pukul 21.00 polisi masih menembakkan gas air mata ke sekitar kampus.

"Sehingga ada satu tembakan yang masuk ke pekarangan kampus," ujar Natado.

Tim Advokasi untuk Demokrasi mendesak Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro) untuk segera menghentikan tindakan represif pasca penanganan aksi hari ini, termasuk masih dilangsungkannya serangan gas air mata diarahkan ke Universitas Atma Jaya yang berfungsi sebagai posko medis untuk merawat korban aksi. (**)

Minggu, 09/08/2020 - 01:31:35 WIB
JMSI Riau Tuntaskan Penyusunan Pengurus Masa Bakti 2020-2025
Sabtu, 08/08/2020 - 22:51:43 WIB
Rumah Yatim Berbagi Dengan Kaum Dhuafa
Perjuangan Riski Penyandang Disabilitas Tetap Semangat Jalani Hidup, Ini kisahnya
Sabtu, 08/08/2020 - 22:45:18 WIB
Dalam Rangka Cipkon Kapolsek Pangkalan Kuras Kunjungi Beberapa Pasum
Jumat, 07/08/2020 - 09:12:17 WIB
Dispar Provinsi Riau Apresiasi dan Support Keberadaan ASERI
Kamis, 06/08/2020 - 10:14:37 WIB
Wabah Virus Corona (Covid-19)
Hari ini Bertambah 1.882, Total Ada 118.753 Kasus Covid-19 di Indonesia
Kamis, 06/08/2020 - 06:51:34 WIB
PENDIDIKAN
Mendikbud: Guru dan Siswa Boleh Minta Pulsa di Sekolah, 100 Persen Dana BOS Untuk Beli Kuota
Kamis, 06/08/2020 - 06:24:08 WIB
Antisipasi Wabah Virus Corona (Covid-19)
Tim Gabungan Pemda Kampar Bersama Polres dan Kodim Lakukan Penyemprotan Desinfektan
Kamis, 06/08/2020 - 02:38:08 WIB
Koalisi Aksi Para Tokoh Nasional
Para Tokoh Politik Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, Begini Respon Istana
Rabu, 05/08/2020 - 23:34:20 WIB
HUT PROVINSI RIAU KE-63
Bersampena Peringati HUT Riau, Pemprov Riau Gelar Zikir di Masjid Raya An-Nur Minggu 9 Agustus
Rabu, 05/08/2020 - 23:19:49 WIB
PERINGATAN HUT PROVINSI RIAU KE-63
Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Sidang Paripurna HUT Provinsi Riau ke-63 Hanya 300 Undangan
Minggu, 07/08/2016 - 07:47:18 WIB
Kirab Api PON 2016
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har
Sabtu, 25/04/2015 - 04:51:58 WIB
Eksekusi Hukuman Mati
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan
Selasa, 09/02/2016 - 01:21:32 WIB
Dugaan Korupsi Milyaran Rupiah
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK
Rabu, 17/09/2014 - 02:20:26 WIB
Pembibitan Ikan Secara Modern
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern
Rabu, 25/06/2014 - 05:20:07 WIB
Capres- Cawapres Klarifikasi Harta ke KPK
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK
Rabu, 18/03/2015 - 02:45:45 WIB
PILKADA INHU
Bang Iskandar dan Mas Agus Pasangan Primadona Masyarakat Inhu, di Prediksi Saingan Berat Incumbent
Rabu, 06/05/2020 - 08:21:28 WIB
Nurbaiti Kecewa Pelayanan Pedagang di Jalan Inpres Kelurahan Selat Panjang Timur Bersikap Arogan
Selasa, 17/02/2015 - 01:01:03 WIB
Miss Indonesia 2015
Maria Harfanti Terpilih Sebagai Miss Indonesia 2015
Sabtu, 19/03/2016 - 10:51:22 WIB
Anggota Kehormatan KAHMI
Mahhfud MD Usulkan Bupati H Suyatno Jadi Anggota Kehormatan KAHMI
 
HOME | OTONOMI | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF
INDEX | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER
Copyright 2014-2020 RIAUMADANI.COM, All Rights Reserved