Jum'at, 23 08 2019
  Sat Narkoba Polres Kepulauan Meranti Berhasil Meringkus Tersangka Pengguna Narkoba Jenis Sabhu | Sat Narkoba Polres Kepulauan Meranti Berhasil Meringkus satu YG (25) Tersangka Pengguna Narkoba Jen | Sekda Meranti Buka Secara Resmi Kegiatan Ujian Dinas dan Penyesuaian Ijazah Bagi PNS Meranti | Sapma PP Kepulauan Meranti Ikuti Munas di Jakarta | H.Mahmud Asum PTPN V Sei Lalak, Sebagai Perusahaan BUMN Pihaknya Harus Lentur | Iptu Gunawan Saragih Himbau Warga Tidak Bakar Lahan dan Hutan
 
Jumat, 19/07/2019 - 22:44:35 WIB | Tis | Pelalawan
Uang Pakaian Siswa SMKN 01 Pkl Kerinci T.A 2018 Terindikasi Mark Up

PANGKALAN KERINCI. RIAUMADANI. COM -  Pengadaan pakaian bagi siswa SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci tahun 2018 lalu terkesan ajang mark up. Setiap siswa dipungut uang pakaian sebesar Rp 2 juta dengan jumlah pakaian 8 pasang.

Pihak sekolah memungut uang pakaian bagi siswa yang baru masuk dengan dalih dilakukan oleh komite. Pada hal itu hanya skenario saja, sebab peran utama dimainkan oleh pihak sekolah, ujar pihak Bono Tekstil di saat ditemui di tailornya pada Jumat (19/7/19) di kota Pangkalan, Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau.

Pungutan uang pakaian siswa yang baru masuk di setiap sekolah tiap tahun, memang ajang bisnis. Contohnya SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci tahun 2018 lalu yang menjahitkan pakaian siswa di Bono Tekstil di tailor samping masjid raya kota Pangkalan Kerinici.

Pihak Bono Tekstil membeberkan skenario mark up yang dia maksud kepada awak media. Dikatakannya, SMK Negeri Pangkalan Kerinci minta uang pakaian kepada setiap siswa total sebesar Rp 2 juta. Tarif pakaian diminta oleh pihak panitia pelaksana di sekolah sebesar Rp 270 ribu perpasang. Sementara Bono Tekstil hanya meminta paling mahal satu pasang Rp 185 ribu, jelasnya.

Dengan detail dibeberkan Bono Tekstil, seperti satu pasang baju nasional, baju pramuka, baju batik, baju khusus praktek (Prakerin), pihak SMK Negeri 01 Pkl Kerinci pungut siswa sebesar Rp 270 ribu perpasang. Dan pakaian melayu satu pasang diminta dari siswa sebesar Rp 260 ribu. Baju olahraga dan baju MOS kepada setiap siswa dipungut satu pasang harga Rp 200 ribu.

Sedangkan harga dari Bono Tekstil, baju nasional satu pasang Rp 185.000. Baju batik Rp 170000 ribu satu pasang, baju melayu harga Rp 140 ribu, dan baju khusus satu pasang harga sebesar Rp 170000. Sedangkan beberapa pasang pakaian lainnya, dijahitkan di tailor lain, harganya juga pasti tidak akan jauh beda dengan harga di Bono Tekstil, akunya.

Tambahnya, liciknya pihak SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci kala itu, tanda terima uang dari siswa menggunakan kwitansi dari Bono Tekstil. Dalam kwitansi itu ditulis harga yang dibuat pihak sekolah. Begitu pakaian sudah selesai, kwitansi tersebut dikembalikan kepada pihak sekolah, ucapnya.

Kepala SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci Nurasia M.Pd yang ditemui di kantornya Jumat (19/7/19) langsung buang badan. Mengaku bahwa sekolah tidak ada mengurusi masalah pakaian siswa pada tahun 2018. Soalnya komite langsung yang mengurusi masalah pakaian tersebut, sebutnya.

Dikatakannya, jumlah uang pakaian yang dipungut pada tahun 2018 sebesar Rp 1.950.000 (satu juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah) dengan jumlah siswa 660 orang. Tanya kepada Arman Harahap anggota Komite yang mencatat pakaian siswa saat itu, sarannya.

Nurasia malah menuding Bono Tekstil yang mencari sensasi atas permasalahan pakaian siswa itu. Karena pada tahun 2019 ini SMK Negeri 01 Pangkalan Kerinci tidak menjahitkan lagi pakaian siswanya di Bono Tekstil, kilahnya.

Sedangkan Arman Harahap yang dikonfirmasikan masalah pakaian itu mengatakan, dia memang ikut membagikan baju kepada siswa untuk membantu karena lama diselesaikan oleh tailor penjahit tahun lalu. Sehingga dia selaku anggota komite terpaksa turun tangan saat itu, jelasnya.

Namun masalah harga pakaian yang diminta dari siswa pada tahun 2018, Arman mengaku tidak mengetahui. Karena yang buat MoU untuk memungut biaya pakaian saat itu adalah pihak sekolah dengan ketua komite. Setahunya total uang pakaian yang dipungut dari siswa pada tahun 2018 sebesar Rp 2 juta, ucapnya. (Sona)
(201) Dibaca - () Komentar

[ Kirim Komentar ]
Nama
Email
Komentar



(*Masukkan 6 kode diatas)

Minggu, 07/08/2016 - 07:47:18 WIB
Kirab Api PON 2016
Ribuan Personel Keamanan Diterjunkan Kawal Kirab Api PON 2016 Selama 11 Har
Sabtu, 25/04/2015 - 04:51:58 WIB
Eksekusi Hukuman Mati
10 Pejabat Kedubes Asing Dipanggil ke Nusakambangan
Selasa, 09/02/2016 - 01:21:32 WIB
Dugaan Korupsi Milyaran Rupiah
LSM Laporkan Satker SNVT.Dedi dan PPK, Rukun dan Irzami Ke KPK
Rabu, 17/09/2014 - 02:20:26 WIB
Pembibitan Ikan Secara Modern
Pemkab Pelalawan Kembangkan Pembibitan Ikan Secara Modern
Rabu, 25/06/2014 - 05:20:07 WIB
Capres- Cawapres Klarifikasi Harta ke KPK
Capres-Cawapres Prabowo-Hatta Klarifikasi Harta ke KPK
Rabu, 18/03/2015 - 02:45:45 WIB
PILKADA INHU
Bang Iskandar dan Mas Agus Pasangan Primadona Masyarakat Inhu, di Prediksi Saingan Berat Incumbent
Selasa, 17/02/2015 - 01:01:03 WIB
Miss Indonesia 2015
Maria Harfanti Terpilih Sebagai Miss Indonesia 2015
Sabtu, 19/03/2016 - 10:51:22 WIB
Anggota Kehormatan KAHMI
Mahhfud MD Usulkan Bupati H Suyatno Jadi Anggota Kehormatan KAHMI
Senin, 22/09/2014 - 09:38:10 WIB
"Gendutkan" Tagihan Rekening Listrik Warga
PLN Cabang Pekanbaru Diminta Tindak Tegas Manager Rayon Panam
 
HOME | OTONOMI | POLITIK | EKONOMI | OLAHRAGA | PENDIDIKAN | BUDAYA | HUKUM | HIBURAN | NASIONAL | INTERNASIONAL | OTOMOTIF
INDEX | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER
Copyright 2014-2018 RIAUMADANI.COM, All Rights Reserved