Pemerintah Kabupaten Kampar
 
Sidang Korupsi Jembatan Waterfront City Bangkinang
Mantan Bupati Kampar Jefry Noer Disebut Terima Uang Rp1,56 Miliar dari PT Wika

Dibaca sebanyak 209 kali
Kampar | Tis | Jumat, 26/02/2021 | 23:48:48 WIB
 
Jefri Noer bersama istri Eva juliana
RIAUMADANI. COM - Nama mantan Bupati Kampar, Jefry Noer, disebut dalam sidang perdana korupsi proyek pembangunan Jembatan Waterfront City atau Jembatan Bangkinang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (25/2/2021).

Jefry disebut menerima uang Rp1,56 miliar dari PT Wijaya Karya (Wika) selaku rekanan yang mengerjakan proyek tersebut.

Di kasus ini, duduk dua terdakwa yakni Adnan, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan Jembatan Bangkinang, dan I Ketut Suarbawa selaku Manajer Divisi Operasi 1 Sipil Umum 1 PT Wijaya Karya (Persero), Tbk.

Persidangan digelar secara virtual dengan majelis hakim yang dipimpin Lilin Herlina dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipimpin Ferdian Adi Nugroho berada di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, sedangkan terdakwa bersama penasehat hukumnya di Jakarta.

Disebutkan, uang yang diterima Jefry Noer sebesar 110.000 Dolar Amerika Serikat atau Rp1.464.000.000, dan uang pecahan dalam bentuk Rupiah senilai Rp100 juta. Uang itu diserahkan secara bertahap di tempat dan waktu berbeda medio Juli 2015.

JPU dalam dakwaannya juga tercantum nama Eva Yuliana yang juga istri Jefry Noer, Ketua DPRD Kampar, Ahmad, Fikri, Kepala Dinas Bina Marga dan Perairan Kampar, Indra Pomi Nasution, dan sejumlah anggota DPRD Kampar ketika itu.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan JPU Ferdian Adi Nugroho dan kawan-kawan disebutkan, terdakwa Adnan selaku PPTK pembangunan Jembatan Waterfront City tahun anggaran 2015-2016, bersama-sama dengan Jefry Noer selaku Bupati Kampar 2011-2016, Indra Pomi Nasution sebagai Kepala Dinas PU dan Pengairan Kampar, dan I Ketut dilakukan penuntutan secara terpisah, serta Firjan Taufa alias Topan sebagai staf marketing PT Wika telah atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum.

Adnan, memerintahkan konsultan perencana untuk memberikan dokumen Enginer Estimate (EE) dan DED kepada PT Wika. Hal ini, guna mempermudah perusahaan tersebut agar untuk memenangkan lelang, menyusun harga perkiraan sementara (HPS) merujuk pada EE.

Disebutkan kalau Jefry Noer meminta kepada saksi Chairussyah selaku Kadis Bina Marga dan Pengairan Kampar untuk membuat desain jembatan Bangkinang Waterfront City, yang akan menjadi ikon Kabupaten Kampar.

Menindaklanjuti arahan tersebut, saksi Muhammad Katim selaku PPK pada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar Tahun 2012, melakukan proses lelang.

Hal itu guna mencari konsultan perencana untuk membuat desain dan perencanaan pekerjaan pembangunan jembatan Waterfront City.

"Hasil lelang, CV Dimiano Konsultan keluar sebagai pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp580 juta. Perusahaan itu, hanya dipinjam benderanya saja," ujar JPU.

Untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, saksi Tantias Wiliyanti, yang kemudian menunjuk saksi Lilik Sugijono sebagai koordinator atau team leader dalam melaksanakan pekerjaan.

Pada awal tahun 2013, saksi Chairussyah mengajukan anggaran untuk pekerjaan pembangunan jembatan Waterfront City kepada Gubernur Provinsi Riau melalui Jefry Noer, dengan nilai anggaran yang diajukan sebesar Rp117.000.000.000,00. Namun, Pemprov Riau hanya sanggup membantu dana sebesar Rp17 miliar.

Atas kekurangan ini, Jefry Noer mengusulkan dana sharing dengan komposisi dari anggaran APBD Pemprov Riau sebesar 60 persen dan dari APBD Pemkab Kampar sebesar 40 persen. Tindak lanjut atas persetujuan anggaran Rp17 miliar itu, terdakwa Adnan menghubungi saksi Lilik Sugijono awak tahun 2013.

Kemudian, terdakwa Adnan melakukan pertemuan di pertemuan di Hotel Amoz Cozy, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan ini, hadir saksi Lilik Sugijono, Josia Irwan Rastandi, Tantias Wiliyanti dan Jawani. Sedangkan terdakwa Adnan saat itu bersama Chairussyah dan Fahrizal Effendi, pihak Pemkab Kampar, serta terdakwa I Ketut Suarbawa, mewakili PT WIKA.

Pertemuan ini membahas pekerjaan perencanaan pembangunan jembatan, setelah disetujuinya anggaran sebesar Rp17 miliar. Terdakwa Adnan meminta Lilik Sugijono memaparkan item pekerjaan apa yang bisa dilaksanakan dengan anggaran tersebut. Terdakwa Adnan juga meminta kepada Lilik Sugijono untuk membuat EE serta mengirimkan softcopy file-file terkait perencanaan pembangunan proyek tersebut kepada terdakwa I Ketut Suarbawa.

Selanjutnya, dilakukan proses lelang pembangunan jembatan itu. Dari proses tersebut, PT Wika ditunjuk sebagai pemenang lelang pada tanggal 23 September 2013.

Pada tanggal 1 Oktober 2013, terdakwa Adnan selaku PPK dan terdakwa I Ketut Suarbawa mewakili PT Wika selaku pelaksana pekerjaan menandatangani kontrak paket pekerjaan. Adapun nilai kontraknya, sebesar Rp15.198.470.500,00, dengan ruang lingkup pekerjaan adalah pembuatan tiang bor beton (bored pile).

"PT Wika bisa menjadi pemenang dalam proses lelang ini karena harga penawaran PT Wika telah disesuaikan dengan EE yang dikirimkan oleh saksi Lilik Sugijono kepada terdakwa I Ketut Suarbawa," terang JPU.

Namun, pelaksanaan pembangunan Tahap I jembatan terkendala karena permasalahan lahan belum dapat dibebaskan, kondisi sosial politis warga di sekitar lokasi pekerjaan.

Adanya penambahan item pekerjaan sebagaimana permintaan pihak konsultan perencana, maka pada tanggal 20 Desember 2013, terdakwa Adnan dan I Ketut Suarbawa menandatangani Addendum Kontrak I, dengan perubahan beberapa item dalam kontrak.

"Beberapa item yang berubah yakni harga borongan dan besaran jaminan pelaksanaan," ucap JPU.

Proyek infrastuktur ini sempat terhenti selama setahun, dan dilanjutkan kembali pada tahun 2015-2016 dengan nilai pagu anggaran Rp131 miliar. Namun, pada awal proses pelaksanaan pelelangan bulan Maret 2015 bertempat lantai 5 Hotel Tiga Dara Desa Kubang Raya, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, saksi Indra Pomi dipanggil oleh sang Bupati, Jefry Noer.

Pada pertemuan ini, Jefry Noer memperkenalkan Indra Pomi kepada Firjan Taufa selaku marketing dari PT Wijaya Karya. Jefry Noer kala itu menyampaikan, PT Wijaya Karya akan kembali mengikuti lelang proyek jembatan tersebut, dan meminta kepada Indra Pomi untuk membantunya.

Masih di bulan Maret 2015, Indra Pomi memanggil Fauzi selaku Ketua Pokja II, memberikan perintah untuk mengawal dan memenangkan PT Wika dalam lelang pekerjaan pembangunan jembatan Waterfront City Multiyears Contract (MYC) Kabupaten Kampar APBD Tahun Anggaran 2015-2016. Atas perintah itu, saksi Fauzi menyanggupinya.

PT Wika akhirnya ditetapkan sebagai pemenang lelang pada 25 Mei 2015 dengan total nilai pembangunan Rp122 miliar. Setelah lelang ini, Afrudin Amga selaku KPA jembatan Water Front City menerima uang Rp10 juta dari PT Wika sekitar bulan Juni. Aliran uang dari PT Wika tak terhenti sampai di sini saja, Fauzi selaku Ketua Pokja II menerima jatah Rp100 juta melalui Firjan Taufa tahun 2015.

"Uang itu diberikan dalam tiga tahap, September 2015 sebesar Rp75 juta. Pada bulan yang sama di Pekanbaru masing-masing Rp20 juta dan Rp5 juta. Uang ini sebagai ucapan terima kasih telah memenangkan PT Wika," beber JPU.

Selanjutnya, dilakukan penandatangan nota kesepatan antara Jefry Noer selaku Bupati Kampar dengan DPRD Kampar, Ahmad Fikri, Sunardi, Muhammad Faisal dan Ramadhan tentang Pengikat Dana Anggaran Kegiatan Jamak untuk Pembangunan Waterfront City. Setelah itu, PT Wika menyerahkan sejumlah uang kepada pimpinan DPRD Kampar pada Juni 2015.

Uang ini, diserahkan Firjan Taufan kepada Indra Pomi Nasution sebesar 20.000 Dolar Amerika di depan Hotel Pangeran, Pekanbaru. Terhadap uang itu, diberikan Indra Pomi kepada Wakil DPRD Kampar, Ramadhan di Jalan Arifin Achmad-Simpang Jalan Rambutan tapi uang itu dipergunakan untuk kepentingan pribadi Ramadhan.

"Setelah menerima uang muka 15 persen atau niliai bersih Rp15,5 miliar. PT Wika melalui Firjan Taufa dan atas sepengetahuan terdakwa I Ketut menyerahkan uang kepada Jefry Noer sebesar 25.000 dolar Amerika. Penyerahan uang ini, di kediaman Bupati Kampar di Pekanbaru pada Juli 2015," sebut Ferdian.

Selang dua pekan, PT Wika menyerahkan uang 50.000 Dolar Amerika kepada Indra Pomi. Uang ini, diserahkannya kepada Jefry Noer di Pekanbaru

Pemberian uang kepada Jefry Noer dari PT Wika kembali berlanjut. Pada Agustus 2015, Jefry Noer menerima uang dalam bentuk pecahan rupiah sebesar Rp100 juta di Purna MTQ, Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru dan 35.000 Dolar Amerika menjelang perayaan Idul Fitri 2015.

Selain pemberian uang kepada Jefry Noer, PT Wika melalui terdakwa Adnan juga menyerahkan uang Rp10 juta untuk diberikan kepada Firman Wahyudi selaku anggota DPRD Kampar periode 2014-2019.

"Pada bulan September-Oktober 2016 atau setelah pencarian termin VI untuk PT Wika, Indra Pomi melalui sopirnya Heru menerima Rp100 juta dari PT Wika untuk diberikan kepada Kholidah selaku Kepala BPKAD Kampar. Ini sebagai pengganti uang Kholidah yang telah menalangi untuk keperluan pribadi Ketua DPRD Kampar, Ahmad Fikri," ucap JPU KPK.

Terdakwa Adnan, kata JPU KPK, juga menerima uang dari PT Wika sebesar Rp394 juta dalam kurun waktu 2015-2016. Pemberian uang ratusan juta ini melalui Bayu Cahya dan Firjan Taufik atas pengetahuan terdakwa I Ketut Suarbawa yang diserahkan secara bertahap setiap bulan untuk kepentingan Adnan.

"Saksi Fahrizal Efendi menerima uang Rp25 juta melalui Bayu Cahya dan Firjan Taufik secara bertahap atas pengetahuan I Ketut Suarbawa," tambahnya.

JPU menyampaikan, perbuatan kedua terdakwa merugikan negara Rp50,016 miliar. JPU menjerat terdakwa dengan
Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Atau kedua, Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (**)

 

Jumat, 16/04/2021 - 12:17:57 WIB
Kapolres Kampar Bersama PJU Bagi-bagi Takjil dan Masker untuk Masyarakat di Kota Bangkinang

Rabu, 14/04/2021 - 23:13:42 WIB
Bupati Catur Lantik Pejabat Eselon II Dilingkungan Pemkab Kampar

Kamis, 08/04/2021 - 16:25:48 WIB
Seorang Tewas dan 2 Kritis Diduga Karena Keracunan Di Desa Kubang Jaya Siak Hulu

Rabu, 07/04/2021 - 05:13:33 WIB
18 Calon Anggota BPD Desa Kubang Jaya Ditetapkan Oleh Panitia Pemilihan, Ini nama-namanya

Senin, 05/04/2021 - 16:01:05 WIB
Resnarkoba Polres Kampar Musnahkan BB Narkotika Jenis Shabu Sebanyak 33,24 Gram

Jumat, 02/04/2021 - 03:44:07 WIB
Antisipasi Banjir, Babhinsa Koramil 16/Tapung Goro Bersama Warga Bersihkan Parit

Kamis, 01/04/2021 - 07:41:16 WIB
PN Bangkinang Gelar Pencanangan Menuju WBK/WBBM

Rabu, 31/03/2021 - 06:33:49 WIB
Guru dan Siswa Gunung Sahilan Kampar Kiri Respon Positif JMS Kejari Kampar

Senin, 29/03/2021 - 11:54:44 WIB
Kejari Kampar Gelar Kegiatan JMS Secara Virtual di Empat Sekolah Rantau Kampar Kiri, Perhentian Raja

Sabtu, 27/03/2021 - 22:59:27 WIB
Bongkar Toko Burung di Desa Petapahan, 2 Pelaku Pencurian ini Ditangkap Polsek Tapung

Kamis, 25/03/2021 - 09:28:30 WIB
Bahas Bullying dan Body Shaming, JMS Kejari Kampar Kembali Digelar di Tapung Raya

Selasa, 23/03/2021 - 07:07:45 WIB
Kejari Kampar Lakukan Penandatanganan Komitmen Bersama, Menuju WBK/WBBM Sekaligus Vaksinasi Tahap 1

Jumat, 19/03/2021 - 09:18:49 WIB
1 Ramadhan Jatuh Pada Selasa 13 April, Kakan Kemenag Kampar Tanda Tangan Imsakiyah Ramadhan 1442 H

Jumat, 19/03/2021 - 07:01:58 WIB
Berbagi Makan Siang Gratis Tiap Jumat Oleh Satreskrim Polres Kampar Makin Diminati Warga

Kamis, 18/03/2021 - 09:02:27 WIB
Kejari Bangkinang Gelar Kegiatan JMS, Nadira :JMS Berdampak Positif Bagi Kami

Senin, 15/03/2021 - 01:43:44 WIB
10 Kecamatan Sudah Siap Daftar Ulang Faktual Peserta MTQ Kabupaten Kampar

Kamis, 11/03/2021 - 16:25:04 WIB
Bupati Kampar Catur Sugeng Sutanto Beri Bantuan Kepada Korban Kebakaran Pasar Kamis SP.1

Rabu, 10/03/2021 - 00:43:51 WIB
52 Ruko, 7 Kios Pasar SP.1 Kijang Jaya Tapung Hilir Ludes Terbakar, Menelan 2 Korban Jiwa

Selasa, 09/03/2021 - 16:18:14 WIB
Mariatul Koptiah Warga Kampar Beli Tanah Malah Jadi Tersangka

Senin, 08/03/2021 - 00:45:58 WIB
Sidang Paripurna Istimewa HUT Kabupaten Kampar Ke 71 Tahun 2021 Digelar Secara Virtual

Sabtu, 06/03/2021 - 16:50:11 WIB
Polsek Siak Hulu Tangkap Pelaku Narkoba di Perumahan Gading Marpoyan Desa Pandau Jaya

Kamis, 04/03/2021 - 12:42:56 WIB
Bupati Catur Sugeng Sutanto Lantik 57 Pejabat Dilingkungan Pemkab Kampar, Ini Nama-nama nya

Kamis, 04/03/2021 - 11:24:30 WIB
Hari Pertama Vaksinasi Covid-19 di Polres Kampar, 46 Personel Selesai Divaksin

Rabu, 03/03/2021 - 07:31:12 WIB
Antisipasi Karhutla, Kapolres Kampar Perintahkan Seluruh Jajaran Intensifkan Patroli Karhutla

Senin, 01/03/2021 - 23:20:56 WIB
Kapolsek Siak Hulu Telusuri Hot Spot yang Terpantau pada Aplikasi Dashboard Lancang Kuning

 
HOME | UTAMA
PEMERINTAH KABUPATEN KAMPAR © 2018

Sabtu, 17 April 2021